BANJARBARU — Puncak peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan menjadi momentum penting bagi masyarakat Banua. Selain memperingati hari jadi provinsi, Gubernur Kalsel H. Muhidin meresmikan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di kawasan Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Kamis (13/8/2026).
Peresmian masjid tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, jajaran Forkopimda, ulama, serta sejumlah pejabat daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Muhidin menyampaikan sejumlah capaian pembangunan dan kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sepanjang 2026. Ia juga mengungkap rencana pembangunan sejumlah infrastruktur strategis untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Salah satu proyek yang disampaikan adalah rencana pembangunan jalan poros lintas tengah yang menghubungkan kawasan Banjarbaru, Kabupaten Banjar hingga Tabalong. Jalan tersebut diproyeksikan menjadi kelanjutan dari poros Sungai Ulin–Mataraman.
Rencana jalan poros Banjarbaru–Tabalong itu memiliki lebar sekitar 30 meter dengan panjang kurang lebih 30 kilometer.
“Pembangunan fisik jalan poros ini dijadwalkan mulai pengerjaannya pada 2027 mendatang,” ujar Muhidin.
Menurutnya, proses pembebasan lahan serta penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir 2026. Sebelumnya, studi kelayakan atau feasibility study telah diselesaikan pada 2025.
Capaian Kinerja Kalsel
Selain rencana pembangunan infrastruktur, Gubernur Muhidin juga memaparkan sejumlah capaian Pemerintah Provinsi Kalsel.
Ia menyebut Kalimantan Selatan berhasil menjadi satu-satunya provinsi di luar Pulau Jawa yang masuk dalam lima besar nasional dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah berkinerja tinggi.
“Kalimantan Selatan berhasil menjadi satu-satunya daerah di luar Pulau Jawa yang masuk dalam Lima Besar Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Berkinerja Tinggi,” kata Muhidin.
Kalsel juga kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas pengelolaan keuangan daerah untuk ke-13 kalinya secara berturut-turut.
Di bidang kesejahteraan masyarakat, Kalsel tercatat sebagai daerah dengan kinerja terbaik di Regional Kalimantan dan berada di peringkat kedua nasional dalam penanganan stunting dan kemiskinan.
Atas capaian tersebut, Kalsel memperoleh insentif fiskal dari pemerintah pusat sebesar Rp3 miliar.
Masjid Syekh Arsyad Al-Banjari Jadi Ikon Baru Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang diresmikan pada momentum Harjad ke-76 Kalsel mulai dibangun pada 7 Desember 2022. Keberadaan masjid di kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga bagian dari penguatan nilai keagamaan dan kebudayaan Banua.
Rangkaian peringatan Harjad ke-76 Kalsel diawali dengan pembacaan sejarah berdirinya Provinsi Kalimantan Selatan serta penyerahan penghargaan kepada individu, kelompok masyarakat, pemerintah daerah, dan perusahaan berprestasi.
Puncak acara juga dirangkai dengan tradisi Mengaat atau menyendok nasi bertingkat Astakona. Tradisi adat Banjar tersebut menjadi simbol rasa syukur, penghormatan, serta keakraban masyarakat.
Setelah prosesi adat, Gubernur Muhidin bersama rombongan meninjau bagian dalam Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pelaksanaan salat Zuhur berjamaah.(L. 17)







