Pemadaman Titik Api Karhutla, Gubernur H. Muhidin Kerahkan Ekskavator Balik Tanah dan Pembasahan Lahan di Kawasan Sambang Lihum

Jumat, 2 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANJAR — Ada yang berbeda dalam penanganan karhutla di kawasan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, Kabupaten Banjar. Kali ini, penanganan tidak berhenti pada api dan asap yang terlihat di permukaan, tetapi menyasar bara yang masih tersimpan di dalam tanah gambut.

Atas instruksi langsung Gubernur Kalsel H. Muhidin, ekskavator dikerahkan untuk membalik tanah gambut, disertai pembersihan lahan dan pembasahan di sejumlah titik.

Langkah tersebut dilakukan setelah Gubernur H. Muhidin meninjau kawasan Sambang Lihum pada kamis (1/10/2026) sore.

Saat itu, sejumlah titik masih terlihat mengeluarkan asap, bahkan gumpalan asap pekat membumbung tinggi dari lahan di sekitar rumah sakit.

Melihat kondisi tersebut, Gubernur H. Muhidin menginstruksikan agar penanganan tidak hanya dilakukan dari permukaan.

Lapisan gambut yang masih menyimpan bara dibuka menggunakan ekskavator. Pada saat yang sama, bagian-bagian lahan yang berpotensi menjadi sumber api dibersihkan sehingga proses pembasahan dapat menjangkau area yang sebelumnya sulit ditangani.

Tanah yang telah dibalik kemudian dibasahi secara menyeluruh untuk memutus bara yang masih berada di bawah permukaan.

Hasilnya terlihat ketika Gubernur Kalsel, H. Muhidin didamping Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalsel (Wakapolda Kalsel), Brigjen Pol Noviar, Kalsel Sekdaprov Kalsel, H. M. Syarifuddin dan sejumlah Kepala SKPD lingkup Kalsel kembali meninjau lokasi pada Jumat (2/10/2026), Asap yang sehari sebelumnya masih pekat sudah jauh berkurang dan lebih terkendalu.

Titik-titik yang sebelumnya mengeluarkan asap juga tidak lagi terlihat seperti kondisi pada peninjauan awal.

“Setelah tanahnya kita balik, kemudian dilakukan pembasahan. Cara ini sangat efektif karena api yang ada di bawah bisa kita basahi, sehingga tidak lagi bisa menyala,” ujar Gubernur H. Muhidin.

Untuk mendukung proses tersebut, Gubernur H. Muhidin juga menginstruksikan penyiapan empat kolam berukuran besar di sejumlah titik.

Keberadaan kolam ini membuat sumber air lebih dekat dengan area penanganan, sehingga petugas lebih mudah melakukan pembasahan pada tanah yang telah dibalik maupun titik lain yang masih membutuhkan air.

Pembersihan lahan juga menjadi bagian penting dalam penanganan. Material dan vegetasi yang berada di sekitar titik terbakar dibersihkan agar area lebih terbuka dan memudahkan petugas menemukan serta menangani bagian lahan yang masih berpotensi menyimpan bara.

Cara tersebut menjadi penting karena kebakaran di lahan gambut berbeda dengan kebakaran di permukaan biasa. Bara dapat bertahan di bawah tanah dan terus menghasilkan asap meski api tidak terlihat.

“Kalau ada api, akan merembes ke gambut. Maka gambut ini menjadi asap yang tebal,” kata H. Muhidin.

Selain itu, pembasahan kemudian terus dilakukan oleh personel TNI, Polri dan BPBD untuk memastikan tidak ada bara yang kembali muncul. Penanganan diarahkan sampai ke lapisan tanah yang berpotensi menyimpan api, bukan hanya pada bagian permukaan yang terlihat.

Kawasan lahan yang terdampak berada di sekitar RSJ Sambang Lihum dengan luasan sekitar 20 hektare. Lokasi tersebut mendapat perhatian khusus karena asap berpotensi mengganggu pasien dan aktivitas pelayanan rumah sakit.

Gubernur H. Muhidin menegaskan penanganan tetap perlu dilanjutkan dan titik-titik yang telah ditangani harus terus dipantau untuk memastikan api tidak kembali muncul dari dalam gambut.

“Ini fasilitas umum, apalagi rumah sakit yang di dalamnya ada pasien. Jadi harus kita perhatikan dan jangan sampai asap dari karhutla mengganggu mereka,” pungkas Gubernur H. Muhidin. (rfq/adpim)

Foto : Pasha/ Biro Adpim

Berita Terkait

Cegah Rumah Roboh Terulang, Pemprov Kalsel Dorong Inspeksi Perumahan Bersubsidi
Ellyana Hasnuryadi Dorong KOHATI Kalsel Cetak Perempuan Berkarakter dan Berjiwa Pemimpin
Gubernur Muhidin Ingatkan Kepala Sekolah Hindari Pungli
Ketua BKOW Kalsel Buka Latihan Khusus KOHATI Banjarmasin
Gubernur Muhidin: Karhutla di Lahan Gambut Butuh Perhatian Khusus
Jembatan Pulau Laut Sudah Terbangun 1.000 Meter, Wujudkan Impian Warga Permudah Transportasi sebagai Penggerak Ekonomi
Gubernur H. Muhidin Minta Belanda Kembalikan Kepala Demang Lehman
Gubernur H. Muhidin Mengajak Seluruh Masyarakat dan ASN Jaga Persatuan dan Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:36 WITA

Cegah Rumah Roboh Terulang, Pemprov Kalsel Dorong Inspeksi Perumahan Bersubsidi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:31 WITA

Ellyana Hasnuryadi Dorong KOHATI Kalsel Cetak Perempuan Berkarakter dan Berjiwa Pemimpin

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:12 WITA

Gubernur Muhidin Ingatkan Kepala Sekolah Hindari Pungli

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:49 WITA

Ketua BKOW Kalsel Buka Latihan Khusus KOHATI Banjarmasin

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:24 WITA

Jembatan Pulau Laut Sudah Terbangun 1.000 Meter, Wujudkan Impian Warga Permudah Transportasi sebagai Penggerak Ekonomi

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:58 WITA

Gubernur H. Muhidin Minta Belanda Kembalikan Kepala Demang Lehman

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:23 WITA

Pemadaman Titik Api Karhutla, Gubernur H. Muhidin Kerahkan Ekskavator Balik Tanah dan Pembasahan Lahan di Kawasan Sambang Lihum

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:36 WITA

Gubernur H. Muhidin Mengajak Seluruh Masyarakat dan ASN Jaga Persatuan dan Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila

Berita Terbaru

Pemprov Kalsel

Gubernur Muhidin Ingatkan Kepala Sekolah Hindari Pungli

Selasa, 6 Okt 2026 - 11:12 WITA

Pemprov Kalsel

Ketua BKOW Kalsel Buka Latihan Khusus KOHATI Banjarmasin

Selasa, 6 Okt 2026 - 10:49 WITA